ILMU TAFSIR (METODOLOGI PENELITIAN TAFSIR
TARBAWI)
MAKNA,FUNGSI
DAN KEDUDUKAN AL QUR’AN
Disusun
Oleh :
WAHYUDDIN
NIM
: 0022.03.35.2015
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN ISLAM
PASCASARJANA
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2014/2015
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.
Wb
Alhamdulillahirabbil’alamin,
puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Makna,Fungsi
dan kedudukan AlQur’an dalam Islam guna memenuhi mata kuliah Ilmu Tafsir
(metodologi Penelitian Yafsir Tarbawi)
Melihat berbagai macam
cabang ilmu Al Qur’an, kami ingin menganalisis permasalahan yang menyangkut Makna,
Fungsi Dan Kedudukan Al Qur’an.Sehingga kami harapkan makalah ini dapat
membantu para pembaca dalam belajar memahami dan menerapkan Makna, Fungsi Dan Kedudukan
Al Qur’an.dan diterapkan pada kehidupan.
Akhir kata , tidak ada
sesuatu yang sempurna kecuali Allah SWT. Tugas karya tulis ini pun diakui masih
banyak kekurangan.Akan tetapi kekurangan yang ada tidak hadir untuk dicerca
melainkan dicari bagaimana proses penyempurnaannya.Sehubungan dengan hal itu
tegur sapa, kritik saran membangun dari segenap pembaca, akan senantiasa kami
terima dengan hati yang terbuka.Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi
semuanya.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Makassar 18 April 2015
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Al
Qur’an diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara
malaikat Jibril yang tertulis dalam mushaf, dinukilkan kepada kita secara
mutawatir, tidak hanya turun sebagai kitab yang dimulai dari surat Al Fatihah
dan di akhiri dengan surat An nas.Dan tidak hanya membaca Al Qur’an bernilai
ibadah. Tetapi Al Qur’an diturunkan di muka bumi mempunyai Makna, Fungsi Dan
Kedudukan.
Diharapkan dengan adanya makalah tentang Makna,
Fungsi dan Kedudukan Al Qur’an ini, mampu menjadi sarana penambah ilmu dalam
mengetahui Makna, Fungsi dan kedudukan Al Qur’an , dan mampu mengamalkan dalam
kehidupan sehari – hari.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Makna
Al Qur’an ?
2. Apa fungsi Al Qur’an ?
3.Bagaimana kedudukan Al Qur’an ?
C. Tujuan
1. Mendeskripsikan tentang Makna Al
Qur’an.
2. Mendeskripsikan
tentang fungsi Al Qur’an.
3. Mendeskripsikan
tentang kedudukan Al Qur’an.
BAB II
A.
Makna
Al-Qur’an
1.
Makna Al-Qur’an Secara Bahasa
Al-Qur’an dari segi bahasa berasal
dari kata qara’a yang berarti menghimpun yang kemudian diartikan dengan
membaca. Karena membaca adalah kegiatan merangkai dan menghimpun huruf dengan
huruf lain kemudian mengucapkannya. Kata qara’a juga diartikan dengan menelaah,
meneliti dan mengetahui ciri-ciri sesuatu.
Seperti yang kita tau, turunnya
wahyu pertama kepada Rasulullah SAW yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5, yang tidak
hanya mencakup perintah membaca yang tertulis, melainkan juga mencakup perintah
membaca yang tidak tertulis berupa tanda-tanda kebesaran Allah.
2.
Makna Al-Qur’an
Secara Istilah
Makna
Al-Qur’an secara istilah adalah kalam atau wahyu Allah SWT yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril yang berupa
perintah, larangan, serta pedoman bagi seluruh umat. Membaca Al-Qur’an
merupakan salah satu bentuk ibadah
3.
Al-Qur’an
Kitab Penyempurna Kitab-Kitab Sebelumya
“Aku telah
diberikan tujuah surat panjang (Sab’ul Ath Thiwal) sebagai tempat (penganti)
Turat. Dan aku juga telah diberikan bebrapa beberapa surat yang nyatanya berjumlah
seratus lebih (Al Miani) Zabur. Dan aku telah diberikan beberapa surat yang
jumlah nyatanya seratus (Al Matsani) sebagai tepat (pengganti) Injil, serta di
lebihkan dengan surat surat pendek (Al-Mufashol).”
a.
Kitab
Al-Qur’an
Al-Qur’an
adalah kitab suci agama islam. Umat islam mempunyai bahwa Al-Qur’an merupakan
punyak dan penutup wahyu Allah hanya diperuntukan bagi manusia yang di
sampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam. Melalui perantara
malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diteri oleh Rasulullah SAW
adalah sebagai mana yang terdapat dalam surat Al-Alaq ayat 15.
Artinya :
Sesungguhnya kami telah menurunkan az Zikri (al-Qur’an) dan sesungguhnya kami
akan memeliharanya. Diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna
kitab sebelumya dari awal mula al-Qur’an diturunkan sampai sekarang dan
seterunya akan slalu terjaga keaslianya dan juga Allah menjamin kitab suci
al-Qur’an akan slalu terjaga keaslianya.
Hubungan
dengan kitab-kitab lain.Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai
diturunkan kepada Nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama islam (Taurat,
Zabur, Inzil, Lembaran Ibrahim). Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menegaskan
posisinya terhadap kitab-kitab tersebut. Berikut adalah pernyata’an Al-Qur’an
yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat islam mengenai hubungan Al-Qur’an
dengan kitab-kitab tersebut.
a)
Al-Qur’an
menuntut kepercayaan ummat islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut.
QS(2:4)
b)
Al-Qur’an
diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verificator) bagi kitab-kitab
sebelumnya. QS(5:48)
c)
Al-Qur’an
menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummat-ummat
rasul yang berbeda. QS(16:63-64)
d)
Al-Qur’an
meluruskan sejarah. Dalam Al-Qur’an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari
rasul-rasul terdahulu juga mengenai beberapa bagian, mengenai kehidupan para
rasul tersebut. Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan
versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh Yahudi dan
Kristen.
b.
Kitab Taurat
Kitab Taurat
atau Torah dalam bahasa ibrani adalah lima kitab pertama Tanakh atau Alkitab
perjanjian lama. Kitab Taurat dalam bahasa yunanani disebut Pentateukh. Kitab
Taurat Artinya : Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab taurat didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)
yang kitab inni diputuskan rang orang yahudi oleh nabi-nabi yang menyerahkan
diri kepada Allah oleh orang orang alimj mereka, pendeta pendeta mereka di
sebabkan mereka diperintahkan
memeliharaha kitab kita Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Diturunkan
kepada nabi Musa as.di bukit Sinaisinya mengandung 10 hukum tuhan yang dikenal
Ten Commandement. Kitab taurat adalah ajaran Allah dan merupakan petunjuk yang
benar terhadap kaum bani israil.
c.
Kitab Injil
Injil
(yunani: /euangelion-“kabar baik” a tau “berita suka cita”) adalah istilah yang
digunakan untuk menyebut keempat kitab pertama dalam Alkitab perjanjian baru.
Kitab kitab tersebut adalah : Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil
Yohanes. Kata injil sendiri berasal dari bahasa Arab ini biasanya mengandung arti:
a)
Pemberitauan
tentang aktivitas penyelamatan Allah didalam Yesus dari Nazaret. Inilah asala
usul penggunaan kata “Injil” menurut
perjanjian Baru.
b)
Dalam
pengertian yang lebih populer kata ini merujuk pada keempat injil kanonik
(Matius, Markus, Lukas Dan Yohanes) yang menyampaikan kisah kehidupan, kematian dan kebangkitan yesus.
d.
Kitab Zabur
Zabur
(bahasa Arab ) disamakan oleh sebagin ulama dengan Mazmur yang menurut islam
adalah salah satu kitab suci yang diturunkan sebelum Al-Qur’an (selai Taurat
dan Injil). Istilah zabur adalah persamaan dengan istilah ibranizimra.bermaksud
“lagu musik”. Ia bersama dengan zamir
mor (“mazmur “atau psalm), derivasi zamar, artinya kitip, nyannyikan
pujian, buatkan musik.” Umat muslim percaya bahwa zabur adalah kitab suci yang
diturnkan Allah kepada kaum Bani Israil melalui utusanya yang bernama Nabi
Daud.[1]
B. Fungsi Al Qur’an
Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang berfungsi
sebagai mu’jizat bagi Rasulullah Muhammad saw sebagai pedoman hidup bagi setiap
Muslim dan sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang
sebelumnya, dan bernilai abadi, sebagai pembeda (furqan), pemberi peringatan,
kabar gembira dan pengobat.
Diantara
fungsi Al Qur’an yang terpenting adalah:
1.
Sebagai Mukjizat
Mukjizat
ialah suatu kejadian luar biasa dan tidak mustahil, yang terjadi pada rosul
Allah SWT. Untuk membuktikan bahwa, beliau benar Rosul-Nya dan dengan izin
allah swt. Hal itu di perlukan, karena setiap rosul allah mempunyai mukjizat
dan di butuhkan oleh kaumnya. Umpamanya permintaa raja
Fir’aun Mesir kepada rosul musa kalimulloh. Dalam (surat Al-a’raaf:106).
Demikian pula dalam surat
Assyu’araak: 30-31 serta surat Ibrahim:
Alquran
ialah mukjizat rosul SAW ang masih ada sampai kini dn seterusnya. Di antara
keistimewaannya adalah:
a.
Keindahan kalimat dan isinya
tidak dapat bisa ditiru oleh sastrawan arab manapun, apalagi oleh non arab
sampai sekarang. Memang ada orang orientalis barat yang mencela susunan
ayat-ayat dan letak kalimatnya, tapi mereka dinilai orang arab tidak menguasai
bahasa arab.
Diantara
orang arab yang mencoba keindahan ayat-ayat alquran ialah
1)
Surat Al-furqon :53-54: dia lah
yang mencampurkan air dua laut, ini berair tawar dan segar dan itu asin dan
pahit, dia jadikan antara keduanya
dinding dan batas yang menghalangi bercampur. Dialah yang menciptkan manusia
dan air.Di jadikannya berketurunan dan beripar-bian. Ayat ini menceritakan
kemampuan allah swt merubah air jadi tulang, daging, rambut, dan lain, sehingga
berkembang baik.
2) Dalam surat hamin sajadah : 9-12
Allah menerangkan penciptaan bumi dan tujuh langit: apakah kamu benar-benar
kafir kepada pencipta bumi dalam dua putaran dan kamu jadikan baginya sekutu.
Itulah yang menyusun semua alam.Dia jadikan baginya sekutu.Itulah yang menyusun
semua alam.Atasnya, dia berkahi yang ada padanya, dia ukurkan makanannya dalam
empat hari, sesuai bagi semua yang membutuhkannya. Sesudah itu Dia jadikan
langit, ia merupakan asap. Lalu Dia perintahkan atasnya dan bagi bumi,
“hendaklah kamu patuh, mau atau tidak mau” keduanya menjawab,”kami datang
sebagai orang yang patuh”.Lalu di ciptakannya tujuh langit dalam dua
putaran.Dia perintahkan pada tiap langit itu urusannya.Kami hiasi langit dunia
dengan lampu-lampu dan di pelihara.Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa dan
Maha Mengetahui.Ayat-ayat ini menceritakan bagaimana terjadinya bumi dan langit
dan semua yang berkaitan dengannya, karena murah dan kasih sayangnya Allah
kepada manusia dengan perantaraan wahyu-Nya.
b. Alquran menghadang siapa yang
mengatakan, bahwa ia buatan Rasulullah SAW dalam beberapa ayatnya, antara lain
dalam :
Surat Albaqarah : 23-24 :
Artinya : Andaikata
kamu agu-ragu mengenai sebagian yang telah kami turunkan kepada hamba kami
(Muhammad), maka kemukakanlah agar satu surat yang menyerupainya! Ajaklah semua tokoh-tokoh kamu,
selain Allah itu, andaikata kamu memang orang-orang yang benar! Bila kamu
tidak dapat melakukannya, maka peliharalah dirimu dari neraka yang kayu apinya
ialah manusia dan batu berhala.Ia di sediakan bagi orang-orang kafr”.
c.
Hendaknya kekayaan dunia di
gunakan pula untuk keselamatan akhirat, yaitu surat al-qashash :77,
Yang artinya:
Carilah dengan apa yang diberikan allah kepada kamu, untuk hari akhirat dan
janganmelupakan nasib kamu di dunia, serta berbuat baiklah, sebagaimana allah
telah berbuat baik kepada kamu! Jangan kamu menimbulkan kerusakan
di bumi! Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
2.
Sebagai Sumber
Dalam hal ini al-Qur’an menjadi sumber ilmu antara lain :
hukum,
sosial, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, moral dan sebagainya, yang harus
dijadikan “way of life” bagi seluruh umat manusia untuk memecahkan
persoalan-persoalan yang dihadapinya. (perhatikan Surat Al Ahzab:36).
3.
Sebagai
Hakim
Diberi wewenang oleh Allah SWT memberikan
keputusan terakhir mengenai beberapa masalah yang diperselisihkan dikalangan
pemimpin-pemimpin agama dari bermacam-macam agama dan sekaligus sebagai
korektor yang mengoreksi kepercayaan-kepercayaan/pandangan-pandangan/anggapan
anggapan yang salah dikalangan umat beragama, termasuk kepercayaan-kepercayaan
yang salah, yang terdapat dalam Byble atau kitab lain yang dipandang suci oleh
para pemeluknya.
Menurut
pandangan Islam bahwa Nabi dan Rosul adalah maksum, artinya mereka pasti
terhindar dari melakukan perbuatan yang hina dan tercela seperti berdusta,
berzina dan menyembah berhala. (perhatikan surat An Nahl:65-65)
4.
Sebagai Pengukuh (Penguat)
Mengukuhkan
dan menguatkan kebenaran keberadaan para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad
SAW. Hanya saja ajaran-ajaran para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW beserta
kitab-kitab sucinya, sudah tidak orisinal lagi, sebab tidak sedikit yang telah
diubah oleh para pemimpinya. (perhatikan surat Al Maidah:48; An Nisa:45).
Ada
juga Al Qur’an banyak menceritakan kisah-kisah di dalamnya bukan tanpa punya
tujuan dan fungsi. Adapun tujuan kisah dan fungsi dalam Al Qur’an antara lain
adalah:
a. Untuk menunjukkan bukti kerosulan
nabi Muhammad SAW. Sebab beliau meski tidak pernah belajar tentang sejarah
umat-umat dulu, tapi beliau dapat tau tentang kisah tersebut. Semua itu tidak
lain belajar dariwahyu Allah SWT
b. Untuk dijadikan Uswah Khasanah, suri
tauladan bagi kita semua, yaitu dengan mencontoh akhlak terpuji dari para nabi
dan orang-orang salih yang disebutkan dalam Al Qur’an.
c. Untuk mengokohkan hati Nabi
Muhammad dan umatnya dalam beragama Islam dan menguatkan kepercayaan
orang-orang mukmin tentang datangnya pertolongan Allah SWT dan hancurnya
kebatilan (Q.S. Hud: 120).
d. Mengungkap kebohongan ahli Al
Kitab yang telah menyembunyikan isi kitab mereka yang masih murni,
e. Untuk menarik perhatian para
pendengar dan menggugah kesadaran diri mereka melalui penuturan kisah.
f. Menjelaskan prinsip-prinsip
dakwah agama Allah SWT, yaitu bahwa semua ajaran para rasul intinya adalah
Tauhid.[2]
C.
Kedudukan Al Qur’an
Seperti
telah kita ketahui bahwa apapun yang di kerjakan, di perintah maupun yang dilarang
Allah pasti memiliki maksud dan tujuan.Begitu pula ketika Allah menurunkan
Al-qur’an. Al-Qur’an diturunkan sebagai :
1.
Kitab Berita dan khabar
Sebagai
kitab berita dan khabar Al-Qur’an banyak berbicara tentang orang-orang
terdahulu, baik yang shalih maupun yang thalih.Al-Qur’an berbicara tentang
perjuangan para Nabi dan pertolongan Allah atas mereka, agar umat ini mau
mengikuti perjuangan mereka.Dan juga menceritakan tentang orang-orang durhaka
dan akibat buruk dari kedurhakan mereka.
Al-qur’an
bercerita tentang fir’aun dan akibat kekufurannya yaitu di binasakan dan di
tenggelamkan di laut merah beserta bala tentaranya.Al-Qur’an juga bercerita
tentang Qarun dan Kebakhilannya hingga Allah tenggelamkan diri dan hartanya
kedalam bumi, dan masih banyak contoh lainnya.
2.
Kitab Hukum dan Perundang-Undangan
Sebagai
pedoman hidup manusia, Al-Qur’an, memuat hukum-hukum dan undang-undang untuk di
taati. Baik
hukum amaliah seperti :
a.
Hukum Ibadah
yaitu hukum yang mengatur hubungan antara manusia dengan Rabbnya (hablum
minallah, baik ibadah mahdhoh (ibadah yang disyari’atkan
dan telah ditetapkan tata caranya oleh Nabi seperti shalat, puasa, haji, dll.)
maupun ibadah ghoiru mahdhoh (ibadah secara umum).
b.
Hukum Mu’amalat Yaitu hukum dan
perundang-undangan yang mengatur hubungan antara manusia denngan manusia
lainnya (hablum minannas),
c.
Hukum Hudud
& Jinayah (pidana) Yaitu hukum yang di syari’atkan dalam rangka menjaga
agama, jiwa, akal, keturunan, dan kehormatan.
3.
Kitab Jihad
Secara bahasa jihad artinya
bersungguh-sungguh.Sedangkan dalam pengertian syari’at Islam jihad adalah
bersungguh-sungguh dalam menegakan kalimat-kalimat Allah dan menghilangkan
fitnah terhadap kaummuslimin. Jihad adalah puncak amal islami seorang muslim, setiap muslim
memiliki kewajiban untuk berjihad.
Said
Hawa dalam bukunya Al-Islam, mengklasifikasi jihad menjadi beberapa macam,
yaitu :
a.
Jihad Nafsi /jihad Qital (perang)
Jihad nafsi (jiwa) atau jihad
qital (perang) adalah bersungguh-sungguh dalam menegakan kalimat Allah di muka
bumi dengan pertaruhan nyawa. Jihad jenis inilah yang nilai pahalanya paling
tinggi disisi Allah, karena siapapun yang gugur akan mendapat gelar syahid,
gelarnya para penghuni syurga tertinggi. Syahid pula yang menjadi cita-cita tertinggi
kaum muslimin dalam berjihad.Para syuhada adalah mereka yang tetap hidup walau
jasadnya sudah berkalang tanah.
b.
Jihad Lisani
Yaitu menegakan agama Allah
dengan nasehat-nasehat yang baik. Rasulullah SAW. Bersabda
الدين النصيحة
Artinya
“ Agama itu adalah nasihat”
c.
Jihad Maal
Yaitu berjihad dengan cara
menginfaqan harta demi kemenangan jihad. Hal ini pernah di lakukan oleh para
sahabat mulia, Abu Bakar, Utsman, Abdur Rahman bin Auf, yang menginfakkan
begitu banyak hartanya untuk memenangkan jihad (perang) di jalan Allah.
d.
Jihad dengan kekuasaan
Jihad dengan kekuasaan/kekuatan
sangat mungkin di lakukan oleh mereka yang memiliki otoritas/kekuasaan dalam
msyarakat. Seorang ayah wajib berjihad untuk mengislamikan keluarganya, karena
ia adalah pemimpin di keluarga. Dan seorang presiden harusnya bertanggung jawa
terhadap baik-buruk rakyatnya. Rasulullah SAW. bersabda :
“ Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai
pertanggung jawabannya”.
e.
Jihad siyasi (politik)
Jihad siyasi adalah jihad yang
mungkin dilakukan oleh para anggota dewan baik DPRD maupaun DPR.Jihad yang
mereka lakukan adalah membuat undang-undang yang sejalan dengan hukum Allah
SWT.Undang-undang yang memudahkan umat Islam melakukan kegiatan-kegiatan
keislaman tanpa adanya rasa takut karena intimidasi, terror dan lainnya.
f.
Jihad Tarbawi (pendidikan)
Jihad tarbawi adalah jihad yang
diakukan dengan pendidikan dan da’wah islam.
4.
Kitab Tarbiyah
Tarbiyah
artinya pendidikan, dan manusia adalah makhluk “paedogogis” yaitu makhluk yang bisa
dididik dan bisa mendidik.Dan pendidikan yang benar adalah pendidikan yang
dijalankan Rasulullah yang berpedoman pada Al-Qur’an.
5.
Kitab pedoman hidup
Sebagai
bentuk kasih sayang Allah kepada manusia diturunkalah Al-Qur’an sebagai pedoman
dan peta untuk perjalanan hidupnya di dunia, jika ia mengikuti
petunjuk-petunjuk Al-Qur’an maka ia tak akan pernah tersesat seperti sabda Nabi
Muhammad SAW :
Sesungguhnya
Al-Qur'an ini memberi petunjuk pada jalan yang amat lurus.(Al-Isrâ 17:9.
Konsepsi inilah yang pada akhirnya dapat
mengeluarkan umat manusia dari kejahiliyahan menuju cahaya Islam.Dari kondisi
tidak bermoral menjadi memiliki moral yang sangat mulia.Dan sejarah telah
membuktikan hal ini terjadi pada sahabat Rasulullah SAW. Sayid Qutub mengemukakan (1993 :
14) :
“Bahwa
sebuah generasi telah terlahir dari da’wah –yaitu generasi sahabat –yang
memiliki keistimewaan tersendiri dalam sejarah umat Islam, bahkan dalam sejarah
umat manusia secara keseluruhan. Generasi seperti ini tidak muncul kedua
kalinya ke atas dunia ini sebagaimana mereka… Meskipun tidak disangkal adanya
beberapa individu yang dapat menyamai mereka, namun tidak sama sekali sejumlah
besar sebagaimana sahabat dalam satu kurun waktu tertentu, sebagaiamana yang
terjadi pada periode awal dari kehidupan da’wah ini…”
Cukuplah
kesaksian Rasulullah SAW menjadi bukti kemulyaan mereka, manakala beliau
mengatakan dalam sebuah haditsnya:
“Dari
Imran bin Hushain ra, Rasulullah SAW bersabda: ‘Sebaik-baik kalian adalah
generasi yang ada pada masaku (para sahabat) , kemudian generasi yang
berikutnya (tabi’in), kemudian generasi yang berikutnya lagi (atba’ut tabiin).
(HR. Bukhari)”
Imam
Nawawi secara jelas mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan ‘generasi
pada
masaku’ adalah sahabat Rasulullah SAW. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga
mengemukakan mengenai keutamaan sahabat:
Dari Abu Sa’id al-Khudri ra, Rasulullah SAW
bersabda, ‘Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku.Karena sekiranya salah
seorang diantara kalian menginfakkan emas sebesar gunung uhud, niscaya ia tidak
akan dapat menyamai keimanan mereka, bahkan menyamai setengahnya pun tidak. (HR. Bukhari).
Sayid
Qutub mengemukakan (1993 : 14 – 23) , terdapat tiga hal yang melatar belakangi
para sahabat sehingga mereka dapat menjadi khairul qurun, yang
tiada duanya di dunia ini. Secara ringkasnya adalah sebagai berikut:pertama, karena
mereka menjadikan Al-Qur'an sebagai satu-satunya sumber petunjuk jalan, guna
menjadi pegangan hidup mereka, dan mereka membuang jauh-jauh berbagai sumber
lainnya. Kedua, ketika mereka membacanya, mereka tidak memiliki
tujuan untuk tsaqofah, pengetahuan, menikmati keindahannya dan lain sebainya.
Namun mereka membacanya hanya untuk mengimplementaikan apa yang diinginkan oleh
Allah dalam kehidupan mereka. Ketiga, mereka membuang jauh-jauh
segala hal yang berhubungan dengan masa lalu ketika jahiliah. Mereka memandang
bahwa Islam merupakan titik tolak perubahan, yang sama sekali terpisah dengan
masa lalu, baik yang bersifat pemikiran maupun budaya.
Dengan
ketiga hal inilah, generasi sahabat muncul sebagai generasi terindah yang
pernah terlahir ke dunia ini. Di sebabkan karena ‘ketotalitasan’ mereka ketika
berinteraksi dengan Al-Qur’an, yang dilandasi sebuah keyakinan yang sangat
mengakar dalam lubuk sanubari mereka yang teramat dalam, bahwa hanya Al-Qur’an
lah satu-satunya pedoman hidup yang mampu mengantarkan manusia pada kebahagiaan
hakiki baik di dunia maupun di akhirat.
6.
Kitab Ilmu Pengetahuan
Begitu
banyak ayat Al-Qur;an yang berbicara tentang ilmu pengetahuan ( Kitabul Ilmi).
Bahkan wahyu pertama yang turun di Gua Hiro pada tahun 610 M adalah ayat ilmu
pengetahuan, di awali dengan kata kerja perintah “Bacalah”dan membaca
adalah kunci ilmu. Dalam ayat-ayat yang lain Allah menjelaskan tentang
dasar-dasar ilmu pengetahuan modern yang baru dapat dibuktikan oleh manusia 1
milenium (1000 tahun) berikutnya.
Seperti
dalam Al Qur’an surat Al Alaq : 1-5.[3]
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Al Qur’an sebagai kalamullah
mempunyai Makna fungsi dan kedudukan di muka bumi. Makna
Al-Qur’an yaitu menelaah,
meneliti dan mengetahui ciri-ciri sesuatu,Membaca
Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk ibadah Dan Al-Qur’an adalah Kitab
Penyempurna Kitab-Kitab Sebelumya
Fungsi tersebut antara lain sebagai
mukjizat Rasulullah, sebagai pedoman hidup bagi kaum muslim dan sebagai
penyempurna kitab Allah sebelumnya yang bernilai abadi sebagai pembeda
(Furqan), pemberi peringatan, kabar gembira dan pengobat ( Asy sifa).
Dan
kedudukan Al Qur’an sendiri sebagai berita dan kabar ( Kitabul Naba wal
akhbar), Kitabul Hukmi wa syariat ( Kitab Hukum Syariah), Kitabul Jihad,
Kitabul Tarbiyah, Minhajul Hayah (Pedoman Hidup), Kitabul Ilmi ( Kitab ilmu
Pengetahuan).
B. Saran
Saran-
saran yang disampaikan dalam makalah tentang Makna Fungsi dan Kedudukan Al Qur’an
tersebut di harapkan agar para khalifah dimuka bumi mampu memahami secara
terperinci sehingga dapat mengamalkan dan menerapkan dalam kehidupan.
DAFTAR
PUSTAKA
Masyhur, Kahar, Pokok-Pokok
Ulumul Qur’an, Jakarta:Rineka Cipta,1992
Munawir, Fajrul,dkk, Al
Qur’an,Yogyakarta:Pokja Akademik,2005
Zuhdi, Masjfuk, Pengantar
Ulumul Qur’an, Surabaya: CV.Karya Abditama,1993


0 komentar:
Posting Komentar