Sabtu, 18 April 2015

MAKALAH ILMU TAFSIR



ILMU TAFSIR (METODOLOGI PENELITIAN TAFSIR TARBAWI)
MAKNA,FUNGSI DAN KEDUDUKAN AL QUR’AN




 Disusun Oleh :
WAHYUDDIN
NIM : 0022.03.35.2015


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM
PASCASARJANA UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2014/2015

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Makna,Fungsi dan kedudukan AlQur’an dalam Islam guna memenuhi mata kuliah Ilmu Tafsir (metodologi Penelitian Yafsir Tarbawi)
Melihat berbagai macam cabang ilmu Al Qur’an, kami ingin menganalisis permasalahan yang menyangkut Makna, Fungsi Dan Kedudukan Al Qur’an.Sehingga kami harapkan makalah ini dapat membantu para pembaca dalam belajar memahami dan menerapkan Makna, Fungsi Dan Kedudukan Al Qur’an.dan diterapkan pada kehidupan.
Akhir kata , tidak ada sesuatu yang sempurna kecuali Allah SWT. Tugas karya tulis ini pun diakui masih banyak kekurangan.Akan tetapi kekurangan yang ada tidak hadir untuk dicerca melainkan dicari bagaimana proses penyempurnaannya.Sehubungan dengan hal itu tegur sapa, kritik saran membangun dari segenap pembaca, akan senantiasa kami terima dengan hati yang terbuka.Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi semuanya.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

                                                                                                Makassar 18 April 2015

                                                                                                                     Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang Masalah
Al Qur’an diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril yang tertulis dalam mushaf, dinukilkan kepada kita secara mutawatir, tidak hanya turun sebagai kitab yang dimulai dari surat Al Fatihah dan di akhiri dengan surat An nas.Dan tidak hanya membaca Al Qur’an bernilai ibadah. Tetapi Al Qur’an diturunkan di muka bumi mempunyai Makna, Fungsi Dan Kedudukan.
Diharapkan dengan adanya makalah tentang Makna, Fungsi dan Kedudukan Al Qur’an ini, mampu menjadi sarana penambah ilmu dalam mengetahui Makna, Fungsi dan kedudukan Al Qur’an , dan mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari – hari.
  
B.  Rumusan Masalah
1. Apa Makna Al Qur’an ?
2. Apa fungsi Al Qur’an ?
3.Bagaimana kedudukan Al Qur’an ?

C. Tujuan
1. Mendeskripsikan tentang Makna Al Qur’an.
2. Mendeskripsikan tentang fungsi Al Qur’an.
3. Mendeskripsikan tentang kedudukan Al Qur’an.



BAB II
PEMBAHASAN
A.      Makna Al-Qur’an
1.         Makna Al-Qur’an Secara Bahasa
Al-Qur’an dari segi bahasa berasal dari kata qara’a yang berarti menghimpun yang kemudian diartikan dengan membaca. Karena membaca adalah kegiatan merangkai dan menghimpun huruf dengan huruf lain kemudian mengucapkannya. Kata qara’a juga diartikan dengan menelaah, meneliti dan mengetahui ciri-ciri sesuatu.
Seperti yang kita tau, turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5, yang tidak hanya mencakup perintah membaca yang tertulis, melainkan juga mencakup perintah membaca yang tidak tertulis berupa tanda-tanda kebesaran Allah.
2.        Makna Al-Qur’an Secara Istilah
Makna Al-Qur’an secara istilah adalah kalam atau wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril yang berupa perintah, larangan, serta pedoman bagi seluruh umat. Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk ibadah
3.        Al-Qur’an Kitab Penyempurna Kitab-Kitab Sebelumya
“Aku telah diberikan tujuah surat panjang (Sab’ul Ath Thiwal) sebagai tempat (penganti) Turat. Dan aku juga telah diberikan bebrapa beberapa surat yang nyatanya berjumlah seratus lebih (Al Miani) Zabur. Dan aku telah diberikan beberapa surat yang jumlah nyatanya seratus (Al Matsani) sebagai tepat (pengganti) Injil, serta di lebihkan dengan surat surat pendek (Al-Mufashol).”


a.         Kitab Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kitab suci agama islam. Umat islam mempunyai bahwa Al-Qur’an merupakan punyak dan penutup wahyu Allah hanya diperuntukan bagi manusia yang di sampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam. Melalui perantara malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diteri oleh Rasulullah SAW adalah sebagai mana yang terdapat dalam surat Al-Alaq ayat 15.
Artinya : Sesungguhnya kami telah menurunkan az Zikri (al-Qur’an) dan sesungguhnya kami akan memeliharanya. Diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna kitab sebelumya dari awal mula al-Qur’an diturunkan sampai sekarang dan seterunya akan slalu terjaga keaslianya dan juga Allah menjamin kitab suci al-Qur’an akan slalu terjaga keaslianya.
Hubungan dengan kitab-kitab lain.Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada Nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama islam (Taurat, Zabur, Inzil, Lembaran Ibrahim). Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut. Berikut adalah pernyata’an Al-Qur’an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat islam mengenai hubungan Al-Qur’an dengan kitab-kitab tersebut.
a)      Al-Qur’an menuntut kepercayaan ummat islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut. QS(2:4)
b)      Al-Qur’an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verificator) bagi kitab-kitab sebelumnya. QS(5:48)
c)      Al-Qur’an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummat-ummat rasul yang berbeda. QS(16:63-64)
d)     Al-Qur’an meluruskan sejarah. Dalam Al-Qur’an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu juga mengenai beberapa bagian, mengenai kehidupan para rasul tersebut. Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh Yahudi dan Kristen.
b.         Kitab Taurat
Kitab Taurat atau Torah dalam bahasa ibrani adalah lima kitab pertama Tanakh atau Alkitab perjanjian lama. Kitab Taurat dalam bahasa yunanani disebut Pentateukh. Kitab Taurat Artinya : Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab taurat didalamnya  (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) yang kitab inni diputuskan rang orang yahudi oleh nabi-nabi yang menyerahkan diri kepada Allah oleh orang orang alimj mereka, pendeta pendeta mereka di sebabkan  mereka diperintahkan memeliharaha kitab kita Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Diturunkan kepada nabi Musa as.di bukit Sinaisinya mengandung 10 hukum tuhan yang dikenal Ten Commandement. Kitab taurat adalah ajaran Allah dan merupakan petunjuk yang benar terhadap kaum bani israil.
c.         Kitab Injil
Injil (yunani: /euangelion-“kabar baik” a tau “berita suka cita”) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut keempat kitab pertama dalam Alkitab perjanjian baru. Kitab kitab tersebut adalah : Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes. Kata injil sendiri berasal dari bahasa Arab  ini biasanya mengandung arti:
a)      Pemberitauan tentang aktivitas penyelamatan Allah didalam Yesus dari Nazaret. Inilah asala usul penggunaan kata  “Injil” menurut perjanjian Baru.
b)      Dalam pengertian yang lebih populer kata ini merujuk pada keempat injil kanonik (Matius, Markus, Lukas Dan Yohanes) yang menyampaikan kisah kehidupan,  kematian dan kebangkitan yesus.
d.        Kitab Zabur
Zabur (bahasa Arab ) disamakan oleh sebagin ulama dengan Mazmur yang menurut islam adalah salah satu kitab suci yang diturunkan sebelum Al-Qur’an (selai Taurat dan Injil). Istilah zabur adalah persamaan dengan istilah ibranizimra.bermaksud “lagu musik”. Ia bersama dengan zamir  mor (“mazmur “atau psalm), derivasi zamar, artinya kitip, nyannyikan pujian, buatkan musik.” Umat muslim percaya bahwa zabur adalah kitab suci yang diturnkan Allah kepada kaum Bani Israil melalui utusanya yang bernama Nabi Daud.[1]
B.       Fungsi Al Qur’an
Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang berfungsi sebagai mu’jizat bagi Rasulullah Muhammad saw sebagai pedoman hidup bagi setiap Muslim dan sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya, dan bernilai abadi, sebagai pembeda (furqan), pemberi peringatan, kabar gembira dan pengobat.
Diantara fungsi Al Qur’an yang terpenting adalah:
1.      Sebagai Mukjizat
Mukjizat ialah suatu kejadian luar biasa dan tidak mustahil, yang terjadi pada rosul Allah SWT. Untuk membuktikan bahwa, beliau benar Rosul-Nya dan dengan izin allah swt. Hal itu di perlukan, karena setiap rosul allah mempunyai mukjizat dan di butuhkan oleh kaumnya. Umpamanya permintaa  raja Fir’aun Mesir kepada rosul musa kalimulloh. Dalam (surat Al-a’raaf:106).
Demikian pula dalam surat Assyu’araak: 30-31 serta surat Ibrahim:
Alquran ialah mukjizat rosul SAW ang masih ada sampai kini dn seterusnya. Di antara keistimewaannya adalah:
a.         Keindahan kalimat dan isinya tidak dapat bisa ditiru oleh sastrawan arab manapun, apalagi oleh non arab sampai sekarang. Memang ada orang orientalis barat yang mencela susunan ayat-ayat dan letak kalimatnya, tapi mereka dinilai orang arab tidak menguasai bahasa arab.
Diantara orang arab yang mencoba keindahan ayat-ayat alquran ialah
1)        Surat Al-furqon :53-54: dia lah yang mencampurkan air dua laut, ini berair tawar dan segar dan itu asin dan pahit, dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi bercampur. Dialah yang menciptkan manusia dan air.Di jadikannya berketurunan dan beripar-bian. Ayat ini menceritakan kemampuan allah swt merubah air jadi tulang, daging, rambut, dan lain, sehingga berkembang baik.
2)      Dalam surat hamin sajadah : 9-12 Allah menerangkan penciptaan bumi dan tujuh langit: apakah kamu benar-benar kafir kepada pencipta bumi dalam dua putaran dan kamu jadikan baginya sekutu. Itulah yang menyusun semua alam.Dia jadikan baginya sekutu.Itulah yang menyusun semua alam.Atasnya, dia berkahi yang ada padanya, dia ukurkan makanannya dalam empat hari, sesuai bagi semua yang membutuhkannya. Sesudah itu Dia jadikan langit, ia merupakan asap. Lalu Dia perintahkan atasnya dan bagi bumi, “hendaklah kamu patuh, mau atau tidak mau” keduanya menjawab,”kami datang sebagai orang yang patuh”.Lalu di ciptakannya tujuh langit dalam dua putaran.Dia perintahkan pada tiap langit itu urusannya.Kami hiasi langit dunia dengan lampu-lampu dan di pelihara.Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui.Ayat-ayat ini menceritakan bagaimana terjadinya bumi dan langit dan semua yang berkaitan dengannya, karena murah dan kasih sayangnya Allah kepada manusia dengan perantaraan wahyu-Nya.
b.    Alquran menghadang siapa yang mengatakan, bahwa ia buatan Rasulullah SAW dalam beberapa ayatnya, antara lain dalam :
Surat Albaqarah : 23-24 :
Artinya : Andaikata kamu agu-ragu mengenai sebagian yang telah kami turunkan kepada hamba kami (Muhammad), maka kemukakanlah agar satu surat yang menyerupainya! Ajaklah semua tokoh-tokoh kamu, selain Allah itu, andaikata kamu  memang orang-orang yang benar! Bila kamu tidak dapat melakukannya, maka peliharalah dirimu dari neraka yang kayu apinya ialah manusia dan batu berhala.Ia di sediakan bagi orang-orang kafr”.
c.         Hendaknya kekayaan dunia di gunakan pula untuk keselamatan akhirat, yaitu surat al-qashash :77,
Yang artinya: Carilah dengan apa yang diberikan allah kepada kamu, untuk hari akhirat dan janganmelupakan nasib kamu di dunia, serta berbuat baiklah, sebagaimana allah telah berbuat baik kepada kamu! Jangan kamu menimbulkan kerusakan di bumi! Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
2.      Sebagai Sumber
Dalam hal ini al-Qur’an menjadi sumber ilmu antara lain : hukum, sosial, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, moral dan sebagainya, yang harus dijadikan “way of life” bagi seluruh umat manusia untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapinya. (perhatikan Surat Al Ahzab:36).

3.      Sebagai Hakim 
Diberi wewenang oleh Allah SWT memberikan keputusan terakhir mengenai beberapa masalah yang diperselisihkan dikalangan pemimpin-pemimpin agama dari bermacam-macam agama dan sekaligus sebagai korektor yang mengoreksi kepercayaan-kepercayaan/pandangan-pandangan/anggapan anggapan yang salah dikalangan umat beragama, termasuk kepercayaan-kepercayaan yang salah, yang terdapat dalam Byble atau kitab lain yang dipandang suci oleh para pemeluknya.
Menurut pandangan Islam bahwa Nabi dan Rosul adalah maksum, artinya mereka pasti terhindar dari melakukan perbuatan yang hina dan tercela seperti berdusta, berzina dan menyembah berhala. (perhatikan surat An Nahl:65-65)
4.      Sebagai Pengukuh (Penguat)
Mengukuhkan dan menguatkan kebenaran keberadaan para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad SAW. Hanya saja ajaran-ajaran para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW beserta kitab-kitab sucinya, sudah tidak orisinal lagi, sebab tidak sedikit yang telah diubah oleh para pemimpinya. (perhatikan surat Al Maidah:48; An Nisa:45).
Ada juga Al Qur’an banyak menceritakan kisah-kisah di dalamnya bukan tanpa punya tujuan dan fungsi. Adapun tujuan kisah dan fungsi dalam Al Qur’an antara lain adalah:
a.     Untuk menunjukkan bukti kerosulan nabi Muhammad SAW. Sebab beliau meski tidak pernah belajar tentang sejarah umat-umat dulu, tapi beliau dapat tau tentang kisah tersebut. Semua itu tidak lain belajar dariwahyu Allah SWT
b.    Untuk dijadikan Uswah Khasanah, suri tauladan bagi kita semua, yaitu dengan mencontoh akhlak terpuji dari para nabi dan orang-orang salih yang disebutkan dalam Al Qur’an.
c.     Untuk mengokohkan hati Nabi Muhammad dan umatnya dalam beragama Islam dan menguatkan kepercayaan orang-orang mukmin tentang datangnya pertolongan Allah SWT dan hancurnya kebatilan (Q.S. Hud: 120).
d.    Mengungkap kebohongan ahli Al Kitab yang telah menyembunyikan isi kitab mereka yang masih murni,
e.     Untuk menarik perhatian para pendengar dan menggugah kesadaran diri mereka melalui penuturan kisah.
f.     Menjelaskan prinsip-prinsip dakwah agama Allah SWT, yaitu bahwa semua ajaran para rasul intinya adalah Tauhid.[2]
C.      Kedudukan Al Qur’an
Seperti telah kita ketahui bahwa apapun yang di kerjakan, di perintah maupun yang dilarang Allah pasti memiliki maksud dan tujuan.Begitu pula ketika Allah menurunkan Al-qur’an. Al-Qur’an diturunkan sebagai :
1.        Kitab Berita dan khabar
Sebagai kitab berita dan khabar Al-Qur’an banyak berbicara tentang orang-orang terdahulu, baik yang shalih maupun yang thalih.Al-Qur’an berbicara tentang perjuangan para Nabi dan pertolongan Allah atas mereka, agar umat ini mau mengikuti perjuangan mereka.Dan juga menceritakan tentang orang-orang durhaka dan akibat buruk dari kedurhakan mereka.
Al-qur’an bercerita tentang fir’aun dan akibat kekufurannya yaitu di binasakan dan di tenggelamkan di laut merah beserta bala tentaranya.Al-Qur’an juga bercerita tentang Qarun dan Kebakhilannya hingga Allah tenggelamkan diri dan hartanya kedalam bumi, dan masih banyak contoh lainnya.

2.        Kitab Hukum dan Perundang-Undangan
Sebagai pedoman hidup manusia, Al-Qur’an, memuat hukum-hukum dan undang-undang untuk di taati. Baik hukum amaliah seperti :
a.         Hukum Ibadah yaitu hukum yang mengatur hubungan antara manusia dengan Rabbnya (hablum minallah, baik ibadah mahdhoh (ibadah yang disyari’atkan dan telah ditetapkan tata caranya oleh Nabi seperti shalat, puasa, haji, dll.) maupun ibadah ghoiru mahdhoh (ibadah secara umum).
b.         Hukum Mu’amalat Yaitu hukum dan perundang-undangan yang mengatur hubungan antara manusia denngan manusia lainnya (hablum minannas),
c.         Hukum Hudud & Jinayah (pidana) Yaitu hukum yang di syari’atkan dalam rangka menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan kehormatan.
3.        Kitab Jihad
Secara bahasa jihad artinya bersungguh-sungguh.Sedangkan dalam pengertian syari’at Islam jihad adalah bersungguh-sungguh dalam menegakan kalimat-kalimat Allah dan menghilangkan fitnah terhadap kaummuslimin. Jihad adalah puncak amal islami seorang muslim, setiap muslim memiliki kewajiban untuk berjihad.
Said Hawa dalam bukunya Al-Islam, mengklasifikasi jihad menjadi beberapa macam, yaitu :
a.         Jihad Nafsi /jihad Qital (perang)
Jihad nafsi (jiwa) atau jihad qital (perang) adalah bersungguh-sungguh dalam menegakan kalimat Allah di muka bumi dengan pertaruhan nyawa. Jihad jenis inilah yang nilai pahalanya paling tinggi disisi Allah, karena siapapun yang gugur akan mendapat gelar syahid, gelarnya para penghuni syurga tertinggi. Syahid pula yang menjadi cita-cita tertinggi kaum muslimin dalam berjihad.Para syuhada adalah mereka yang tetap hidup walau jasadnya sudah berkalang tanah.

b.         Jihad Lisani
Yaitu menegakan agama Allah dengan nasehat-nasehat yang baik. Rasulullah SAW. Bersabda
الدين النصيحة
Artinya “ Agama itu adalah nasihat”
c.         Jihad Maal
Yaitu berjihad dengan cara menginfaqan harta demi kemenangan jihad. Hal ini pernah di lakukan oleh para sahabat mulia, Abu Bakar, Utsman, Abdur Rahman bin Auf, yang menginfakkan begitu banyak hartanya untuk memenangkan jihad (perang) di jalan Allah.
d.        Jihad dengan kekuasaan
Jihad dengan kekuasaan/kekuatan sangat mungkin di lakukan oleh mereka yang memiliki otoritas/kekuasaan dalam msyarakat. Seorang ayah wajib berjihad untuk mengislamikan keluarganya, karena ia adalah pemimpin di keluarga. Dan seorang presiden harusnya bertanggung jawa terhadap baik-buruk rakyatnya. Rasulullah SAW. bersabda : “ Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya”.
e.         Jihad siyasi (politik)
Jihad siyasi adalah jihad yang mungkin dilakukan oleh para anggota dewan baik DPRD maupaun DPR.Jihad yang mereka lakukan adalah membuat undang-undang yang sejalan dengan hukum Allah SWT.Undang-undang yang memudahkan umat Islam melakukan kegiatan-kegiatan keislaman tanpa adanya rasa takut karena intimidasi, terror dan lainnya.


f.          Jihad Tarbawi (pendidikan)
Jihad tarbawi adalah jihad yang diakukan dengan pendidikan dan da’wah islam.
4.        Kitab Tarbiyah
Tarbiyah artinya pendidikan, dan manusia adalah makhluk “paedogogis” yaitu makhluk yang bisa dididik dan bisa mendidik.Dan pendidikan yang benar adalah pendidikan yang dijalankan Rasulullah yang berpedoman pada Al-Qur’an.
5.        Kitab pedoman hidup
Sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada manusia diturunkalah Al-Qur’an sebagai pedoman dan peta untuk perjalanan hidupnya di dunia, jika ia mengikuti petunjuk-petunjuk Al-Qur’an maka ia tak akan pernah tersesat seperti sabda Nabi Muhammad SAW :
Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberi petunjuk pada jalan yang amat lurus.(Al-Isrâ 17:9.
Konsepsi inilah yang pada akhirnya dapat mengeluarkan umat manusia dari kejahiliyahan menuju cahaya Islam.Dari kondisi tidak bermoral menjadi memiliki moral yang sangat mulia.Dan sejarah telah membuktikan hal ini terjadi pada sahabat Rasulullah SAW. Sayid Qutub mengemukakan (1993 : 14) :
“Bahwa sebuah generasi telah terlahir dari da’wah –yaitu generasi sahabat –yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam sejarah umat Islam, bahkan dalam sejarah umat manusia secara keseluruhan. Generasi seperti ini tidak muncul kedua kalinya ke atas dunia ini sebagaimana mereka… Meskipun tidak disangkal adanya beberapa individu yang dapat menyamai mereka, namun tidak sama sekali sejumlah besar sebagaimana sahabat dalam satu kurun waktu tertentu, sebagaiamana yang terjadi pada periode awal dari kehidupan da’wah ini…”
Cukuplah kesaksian Rasulullah SAW menjadi bukti kemulyaan mereka, manakala beliau mengatakan dalam sebuah haditsnya:
“Dari Imran bin Hushain ra, Rasulullah SAW bersabda: ‘Sebaik-baik kalian adalah generasi yang ada pada masaku (para sahabat) , kemudian generasi yang berikutnya (tabi’in), kemudian generasi yang berikutnya lagi (atba’ut tabiin). (HR. Bukhari)”
Imam Nawawi secara jelas mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan ‘generasi
pada masaku’ adalah sahabat Rasulullah SAW. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga mengemukakan mengenai keutamaan sahabat:
Dari Abu Sa’id al-Khudri ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku.Karena sekiranya salah seorang diantara kalian menginfakkan emas sebesar gunung uhud, niscaya ia tidak akan dapat menyamai keimanan mereka, bahkan menyamai setengahnya pun tidak. (HR. Bukhari).
Sayid Qutub mengemukakan (1993 : 14 – 23) , terdapat tiga hal yang melatar belakangi para sahabat sehingga mereka dapat menjadi khairul qurun, yang tiada duanya di dunia ini. Secara ringkasnya adalah sebagai berikut:pertama, karena mereka menjadikan Al-Qur'an sebagai satu-satunya sumber petunjuk jalan, guna menjadi pegangan hidup mereka, dan mereka membuang jauh-jauh berbagai sumber lainnya. Kedua, ketika mereka membacanya, mereka tidak memiliki tujuan untuk tsaqofah, pengetahuan, menikmati keindahannya dan lain sebainya. Namun mereka membacanya hanya untuk mengimplementaikan apa yang diinginkan oleh Allah dalam kehidupan mereka. Ketiga, mereka membuang jauh-jauh segala hal yang berhubungan dengan masa lalu ketika jahiliah. Mereka memandang bahwa Islam merupakan titik tolak perubahan, yang sama sekali terpisah dengan masa lalu, baik yang bersifat pemikiran maupun budaya.
Dengan ketiga hal inilah, generasi sahabat muncul sebagai generasi terindah yang pernah terlahir ke dunia ini. Di sebabkan karena ‘ketotalitasan’ mereka ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an, yang dilandasi sebuah keyakinan yang sangat mengakar dalam lubuk sanubari mereka yang teramat dalam, bahwa hanya Al-Qur’an lah satu-satunya pedoman hidup yang mampu mengantarkan manusia pada kebahagiaan hakiki baik di dunia maupun di akhirat.
6.        Kitab Ilmu Pengetahuan
Begitu banyak ayat Al-Qur;an yang berbicara tentang ilmu pengetahuan ( Kitabul Ilmi). Bahkan wahyu pertama yang turun di Gua Hiro pada tahun 610 M adalah ayat ilmu pengetahuan, di awali dengan kata kerja perintah “Bacalah”dan membaca adalah kunci ilmu. Dalam ayat-ayat yang lain Allah menjelaskan tentang dasar-dasar ilmu pengetahuan modern yang baru dapat dibuktikan oleh manusia 1 milenium (1000 tahun) berikutnya.
Seperti dalam Al Qur’an surat Al Alaq : 1-5.[3]


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Al Qur’an sebagai kalamullah mempunyai Makna fungsi dan kedudukan di muka bumi. Makna Al-Qur’an yaitu menelaah, meneliti dan mengetahui ciri-ciri sesuatu,Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk ibadah Dan Al-Qur’an adalah Kitab Penyempurna Kitab-Kitab Sebelumya
Fungsi tersebut antara lain sebagai mukjizat Rasulullah, sebagai pedoman hidup bagi kaum muslim dan sebagai penyempurna kitab Allah sebelumnya yang bernilai abadi sebagai pembeda (Furqan), pemberi peringatan, kabar gembira dan pengobat ( Asy sifa).
Dan kedudukan Al Qur’an sendiri sebagai berita dan kabar ( Kitabul Naba wal akhbar), Kitabul Hukmi wa syariat ( Kitab Hukum Syariah), Kitabul Jihad, Kitabul Tarbiyah, Minhajul Hayah (Pedoman Hidup), Kitabul Ilmi ( Kitab ilmu Pengetahuan).
B. Saran
Saran- saran yang disampaikan dalam makalah tentang Makna Fungsi dan Kedudukan Al Qur’an tersebut di harapkan agar para khalifah dimuka bumi mampu memahami secara terperinci sehingga dapat mengamalkan dan menerapkan dalam kehidupan.







DAFTAR PUSTAKA

Masyhur, Kahar, Pokok-Pokok  Ulumul Qur’an, Jakarta:Rineka Cipta,1992
Munawir, Fajrul,dkk, Al Qur’an,Yogyakarta:Pokja Akademik,2005
Zuhdi, Masjfuk, Pengantar Ulumul Qur’an, Surabaya: CV.Karya Abditama,1993


[1] Kahar Mansyur, Pokok- Pokok Ulumul Qur’an,( Jakarta; Rineka Cipta,1992), hlm.12-13.
[2] Masjfuk Zuhdi, Pengantar Ulumul Qur’an,( Surabaya; Cv.Karya Abditama,1993),hlm.21-22.
[3] Fajrul Munawir,dkk, Al Qur’an,( Yogyakarta;Pokja Akademik, 2005),hlm.109-110.




[1] Kahar Mansyur, Pokok- Pokok Ulumul Qur’an,( Jakarta; Rineka Cipta,1992),h.12-13.

[2] Masjfuk Zuhdi, Pengantar Ulumul Qur’an,( Surabaya; Cv.Karya Abditama,1993),hlm.21-22.
[3] Fajrul Munawir,dkk, Al Qur’an,( Yogyakarta;Pokja Akademik, 2005),hlm.109-110.
 


0 komentar:

Posting Komentar

 
;