Sabtu, 16 Mei 2015

TUGAS MAKALAH PERKEMBANGAN DI DUNIA ISLAM ( JAMAL ABD NASHIR)

JAMAL ABD NASHIR
NASIONALISME DAN SOSALISME ARAB
PERKEMBANGAN MODERN DI DUNIA ISLAM
0LEH
WAHYUNI

BAB I
PENDAHULUAN

 

A.    LATAR BELAKANG
Muhammad Ali secara turun temurun dinyatakan sebagai penguasa Mesir.Keputusan tersebut berdasarkan keputusan konfrensi di London pada tanggal 13 februari 1841. Disinilah cikal bakal kekuasaan di Mesir selama satu setengah abad. Dan akhirnya jatuh pada kudeta pada tahun 1952 atas raja Farouq.
Kekuasaan yang bercorak aristokrasi yang dipinpin oleh Muhammad Ali awalnya untuk melakukan Pan Arabisme tetapi tidak berhasil karena dia sendiri berasal dari Albania.
Keadaan yang demikian itu menyebabkan perpecahan revolusi pada tanggal 23 juli 1952.Yang tujuannya untuk menumbangkan serta merubah system kerajaan yang bersifat absolut.Gerakan ini dipimpin oleh Gamal Abdul Nasser, kemudian menetapkan Jendral Muhammad Najib sebagai presiden.Tetapi setahun kemudian dipecat dan digantikan oleh Jamal Abdul Nassirsebagai presiden.
Jamal Abdul Nassirterlahir sebagai salah satu negarawan terkemuka dalam sejarah Mesir. Jamal Abdul Nassirmerupakan presiden kedua yang pernah memimpin Mesir. Banyak hal yang telah dilalui oleh Jamal Abdul Nassirdalam menjalankan kewajibannya sebagai presiden Mesir kedua. Salah satu hal yang paling terkenal dari masa kepemimpinan Jamal Abdul Nassiradalah gaya kepemimpinannya yang karismatik. 

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana biografi Gamal Abdul Nasser
2.      Bagaimana Nasionalisme dan Sosalisme Arab yang dipimpin oleh Gamal Abdul Nasser.

BAB II
PEMBAHASAN

A.   Biografi Gamal Abdel Nasser
Jamal Abdul Nassir (Arab:جمال عبد الناصر) lahir pada Tanggal 15 Januari 1918. Jamal Abdul Nassirdilahirkan di Banny Mor Asyout,  Iskandariah (Alexandria), Mesir[1]. Jamal Abdul Nassir tinggal selama 8 tahun di Banny Mor Asyout. Beliau mempelajari tradisi Mesir Selatan yang ketat dan murah hati tersebut. Beliau pindah ke kota syout ke Alexandria kemudian ke Kairo. Jamal Abdul Nassirmerupakan orang asli berkebangsaan Mesir. Beliau berpindah-pindah tempat tinggal adalah  karena  pekerjaan  ayahnya  sebagai  ketua dalam pelayanan Pos.Ibunya meninggal pada 1926. Gamal menghabiskan  10 tahun di Kairosampai ia menerima ijazah SMA-nya  dari  sekolah  "Nahda"  pada tahun 1937.  Pada  tahun-tahun  ini  Gamal  adalah bagian  dari  banyak  demonstran  menentang kolonisasi Inggris di mana dia terluka dalam salah satu dari mereka dan mendapat bekas luka di wajahnya yang tetap sampai ia meninggal. Tahun 1937 adalah tahun  ketika  Nasser  bergabung  dengan sekolah  militer di mana ia lulus pada tahun 1938 untuk bergabung dengan  pleton  ketiga  dalam Asyout disinilah ia bertemu  dengan   Anwar El Sadat,  dan  Zakaria  Mohyi El Deen yang kemudian bergabung dalam organisasi "Petugas Gratis".
 Pada tahun 1939 Jamal Abdul Nassirdipindahkan ke Alexandria dimana  beliau  bertemu dengan Abdul Hakeem Amer  yang  menjadi  sahabatnya,  dan  memainkan peran kontroversial dalam hidupnya[2].
Mesir adalah kerajaan yang diperintah oleh Inggris dan kepala negara adalah Raja Farouk, ribuan orang tentara Inggris berada di tanah Mesir untuk melindungi United Kingdom yang  berkepentingan di wilayah tersebut. Bukan untuk mengulang revolusi 1882, atau revolusi 1919, Inggris bekerja keras untuk mencegah perkembangan tentara Mesir. Korupsi menyebar dengan masing-masing pemerintah, istana kerajaan dibantu oleh campur tangan Inggris dalam urusan internal. Lingkungan seperti mengumpulkan sekelompok perwira muda untuk memerangi korupsi dan bekerja untuk pengembangan Mesir dan Mesir. Tahun 1942, Jamal Abdul Nassir dipindahkan ke Sudan dengan Abdul Hakeem Amer sehingga membuat persahabatan mereka menjadi lebih kuat, dan mereka bertukar ide-ide pemberontakan  tentang masa depan Mesir. Selagi bertugas di Sudan selama akhir 1940-an, ia dan tiga perwira lainnya mendirikan  Organisasi  revolusioner "Petugas Gratis". Tujuan mereka adalah penggulingan rezim pendudukan Inggris dan boneka raja Mesir. Perang 1948 adalah pengapian untuk Organisasi revolusioner "Petugas Gratis".
Ini memberi petugas bebas waktu untuk bertemu, dan berbagi pikiran mereka tentang masa depan Mesir dan dikutip dari buku harian Nasser "... Kami sedang berjuang di Palestina, dan impian kami di Mesir.Peluru kami targetkan musuh namun hati kami dengan bangsa kami yang tersisa untuk serigala ".perang seperti menambahkan banyak kepribadian Nasser, itu memberinya rasa percaya diri, dan menambahkan lebih ke alam pemberontakannya untuk Kebebasan. Nasser memperoleh reputasi kepemimpinannya setelah pertempuran "Falouga" di mana ia berhasil berjuang tanpa dukungan cadangan, dan di bawah pengepungan terhadap pasukan bersenjata Israel, ia juga terluka. Organisasi rahasia menjadi aktif pada 1949, dimulai oleh komite perwira muda yang termasuk Gamal Abdel Nasser, Kamal El Deen Hussein, Hassan Ibrahim, Khaled Mohey El Deen, dan Abdul Menim Raouf. Perwira baru juga ditambahkan ke dalam organisasi ini.
Pada tahun 1950, Jamal Abdul Nassirdipilih menjadi Ketua Organisasi revolusioner "Petugas Gratis".Mereka menghadapi kendala banyak. Setiap kegiatannya seperti sedang dipantau oleh "polisi politik" yang bertanggung jawab untuk menghentikan tindakan terhadap istana kerajaan atau para personil Inggris. Hal ini membuat upaya-upaya merekrut petugas baru tugas yang sulit untuk dijalankan, banyak investigasi berlangsung sebelum menambahkan seorang perwira baru untuk organisasi ini.
Pada bulan November 1949 Organisasi mendistribusikan brosur pertama  mereka yang membahas Kalahkan Perang di Palestina. Brosur terus dikirim oleh  Mail dan akan dikirimkan dengan tangan menurut sektor ini  bahwa  petugas  bebas yang menyampaikannya (Air Force,Infanteri ... dll).
Pada tahun 1951 Organisasi ini mulai koran yang disebut  "suara petugas bebas" yang telah dikirim ke 700 petugas Mesir melalui pos. Istana  kerajaan memiliki informasi tentang organisasi tersebut,  dan  Raja Farouk  mencoba untuk menghancurkannya sebelum mengancam mahkotanya. Namun Organisasi terus bekerja untuk tujuannya, dan pejabat lebih banyak disusun hingga bulan Juli 1952 tanggal revolusi.
Jamal Abdul Nassirmeduduki masa pemerintahan di Mesir dengan kurun waktu 23 Juni 1956 28 September 1970. Beliau menggantikan masa pemerintahan  Muhammad Naguib. Jamal Abdul Nassirmenganut agama Islam sunni. Beliau tergabung dalam partai politik bernama Persatuan Arab Sosialis. Istrinya adalah Tahia Kazem. Jamal Abdul Nassirmeninggal di umurnya yang ke-52 tahun yaitu pada 28 September 1970 di Kairo.
1.      Gaya Kepemimpinan Jamal Abdul Nassirdi Mesir
Jamal Abdul Nassirterkenal dan identik sebagai pemimpin yang karismatik. Pemimpin yang karismatik dapat dikatakan unik. Cara mereka memimpin kuat dan aneh. Seorang pemimpin karismatik mampu menciptakan sesuatu secara hebat, tindakannya disahkan oleh acuan yang telah ada di wilayahnya masing-masing. Kepribadian Nasser sederhana dan tenang merupakan salah satu ciri-ciri bahwa Nasser adalah pemimpin yang karismatik.
Ikatan perasaan dari hubungan antara pengikut dan pemimpin berubah sesuai dengan kebudayaan dan perputaran sejarah, meskipun dengan segala kesulitan ini keberadaan dari kepemimpinan karismatik adalah nyata dan sangat penting dalam analisis mengenai politik timur tengah.
Dengan kepribadiannya yang menunjukan kekuatan, dikombinasikan dengan kemampuan untuk berbicara langsung kepada masa. Nasser, kelihatannya telah menjadi sebuah perwujudan dari aspirasi masyarakat. Ia tumbuh untuk merespon komitmen mereka yang sungguh-sungguh. Jamal Abdul Nassirjuga merupakan salah satu revolusioner Mesir yang telah berhasil mengusir Inggris dari Mesir setelah 72 tahun berkuasa. Jamal Abdul Nassirmembuat Mesir keluar dari kemiskinan dan menuju kemakmuran.Beliau merupakan tokoh yang terkenal di Semenanjung Arab.
Nasser memperkenalkan sistem politik baru, itu disebut sosialisme Arab, dengan sistem satu partai dan dengan Islam sebagai agama resmi. Dengan program ini beliau menyita 243.000 hektar (2.430 km ²) tanah pertanian dari sekelompok kecil pemilik tanah yang kaya dan didistribusikan secara merata kepada penduduk. Pada masanya menjadi presiden, beliau menasionalisasi bank-bank dan industri. Pada bulan Juli, 1956, Nasser mengumumkan ke kerumunan besar di Manshia, Alexandria dan, melalui Radio Kairo, ke seluruh Dunia Arab bahwa ia adalah nasionalisasi Terusan Suez Perusahaan dan menciptakan seorang Mesir Canal Authority untuk mengelola Canal. Seluruh Dunia Ketiga sangat senang dan gembira.Tidak ada ada simbol kuat dari dominasi kolonial Barat dan legenda hegemoni imperialisme Barat dan lebih dari Terusan Suez. Tetapi ada kekhawatiran tentang konsekuensi yang akan didapatkan, pasti Barat tidak akan mengizinkan Nasser untuk berhasil. AS dan Inggris menarik dukungan dijanjikan untuk pembangunan Aswan baru. Dia juga melanjutkan pembelian peralatan militernya dari negara-negara blok Soviet. Dia telah pergi ke sana setelah ditolak oleh Barat, yang diduga berencana untuk menggunakan senjata terhadap Israel.
Nasionalisasi Terusan Suez disambut oleh invasi Israel dari Semenanjung Sinai dan invasi Anglo-Perancis Zona Terusan.Meskipun pasukan Mesir menderita kekalahan militer tetapi dengan diplomasi Nasser, pasukan invasi itu diletakkan di bawah tekanan dari PBB dan Amerika Serikat, dan harus mundur.
 Mesir menyimpan kepemilikan penuh dari bantuan Bendungan Terusan Suez dengan AS dibersihkan dan dibuka kembali pada bulan April 1957.Semua milik Inggris dan Perancis di Mesir diasingkan.Sekitar 3.000 warga negara Inggris dan Perancis diusir, dan ribuan lainnya memutuskan untuk pergi. Inggris dan Prancis berusaha untuk membalas dengan penetapan blokade ekonomi dari Mesir, tetapi tindakan itu tidak efektif, ia juga berhasil mendapatkan dukungan Soviet untuk pembangunan bendungan, yang selesai 14 tahun kemudian. Karena kebijakan-kebijakan ekonominya khususnya pembangunan Dam dan Bendungan untuk mengambil air ke darat un-irigasi, Mesir muncul dari negara miskin menjadi negara makmur. Pada saat ini Nasser telah menjadi pahlawan di dunia Arab. Pada tahun 1958 Syria dan Mesir bersatu di bawah kepresidenannya, membentuk Republik Arab Bersatu, berharap bahwa suatu hari semua bangsa Arab akan bergabung, tetapi serikat Mesir-Suriah, namun bubar pada
2.       Kontribusi Jamal Abdul Nassirdalam Bidang Kemiliteran
Jamal Abdul Nassirmerupakan tokoh yang aktif di bidang militer.Sebelum dirinya masuk ke dunia politik dan menjadi presiden Mesir, beliau terjun di dunia kemiliteran. Di akademi militer, Jamal Abdul Nassiraktif bergabung dengan militer Mesir yang  ikut menentang penjajahan dan kekuasaan asing. Pada tahun 1948, Jamal Abdul Nassirikut dalam Perang Kemerdekaan Israel.Pada saat mengikuti perang itu Jamal Abdul Nassirberpangkat mayor.
Perang Arab-Israel 1948, atau disebut juga sebagai "Perang Kemerdekaan" atau "Perang Pembebasan" oleh orang Israel, adalahkonflik bersenjata pertama dari serangkaian konflik yang terjadi antara Israel dan tetangga-tetangga Arabnya dalam konflik Arab-Israel. Bagi orang-orang Palestina, perang ini menandai awal dari rangkaian kejadian yang disebut sebagai "Bencana" (Bahasa Inggris: "The Catastrophe", Bahasa Arab: النكبة).
Pada tahun 1947Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan untuk membagi wilayah Mandat Britania atas Palestina.Tetapi hal ini ditentang keras oleh negara-negara Timur Tengah lainnya dan juga banyak negeri-negeri Muslim.Kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah ini. Sedangkan kota Yerusalem yang dianggap suci, tidak hanya oleh orang Yahudi tetapi juga orang Muslim dan Kristen, akan dijadikan kota internasional.
Israel diproklamasikan pada tanggal 14 Mei 1948 dan sehari kemudian langsung diserbu oleh tentara dari LebanonSuriahYordania,MesirIrak dan negara Arab lainnya. Tetapi Israel bisa memenangkan peperangan ini dan malah merebut kurang lebih 70% dari luas total wilayah daerah mandat PBB Britania Raya, Palestina. Perang ini menyebabkan banyak kaum Palestina mengungsi dari daerah Israel. Tetapi di sisi lain tidak kurang pula kaum Yahudi yang diusir dari negara-negara Arab lainnya[3].
B.  Nasionalisme dan Sosalisme Arab yang dipimpin oleh Gamal Abdul Nasser
Pada dasarnya nasionalisme Arab adalah mempersatukan bangsa-bangsa yang berbahasa Arab yang mempunyai kebersamaan kebudayaan, dan itu bukan persatuan dunia islam. Gerakan ini berpangkal kepada pikiran yang berpendapat bahwa segala bangsa yang berbahasa Arab, tidak peduli apapun agamanya pada hakikatnya merupakan suatu bangsa dan sama pula kebudayaannya.
Hazem Zaki Nusaibah mengemukakan bahwa Nasionalisme Arab bertujuan untuk mempersatukan bangsa-bangsa yang berbahasa Arab dalam satu organisasi politik. Nasionalisme Arab adalah gerakan sekuler, yang ditentukan oleh beberapa faktor bahasa, faktor-faktor tradisi sejarah, dan faktor kesamaan kepentingan[4]. Jadi Nasionalisme Arab merupakan persatuan bangsa-bangsa yang berbahasa arab yang ditentukan oleh faktor bahasa, tradisisejarah dan kesamaan kepentingan.
Tentang perang agama, Fuad al Ahwani menjelaskan bahwa nasionalisme Arab tidak mengingkari dan tidak menolak agama-agama bahkan menghormatinya. Kewajiban orang yang beragama Islam untuk menyembah Tuhannya di mesjid, demikian pula orang Arab Masehi yang menyembah Tuhannya di Gereja. Tetapi keduanya wajib membina nasionalisme Arab dan bekerjasama untuk kemaslatan bangsa Arab. Bahkan lebih dari itu dinyatakan bahwa faktor agama hendaklah dikesampingkan apabilah menghalangi Nasionalisme Arab[5]. Ide Nasionalisme yang tidak memandang faktor Agama ini ditentang oleh kalangan Islam.
Selanjudnya pengertian Nasionalisme inilah yang digunakan oleh Jamal Abdul Nashir untuk memobilisasi rakyat mesir dalam melepas diri dalam kolonis dan rezim lama yang berdasarkan aristokrasi.
Selanjudnya fase-fase Nasionalisme Arab diungkapkan bahwa, sejak kontak pertama dengan dunia Barat yaitu masuknya  Napoleon pada tahun 1798 ke Mesir dengan membawa paham demokrasi, persamaan dan ide kebangsaan. Maka dari situlah membuka mata Arab dari tidurnya yang sangat lama, dan para raja, para pemuka islam mulai memikirkan bagaimana meningkatkan mutu dan kekuatan umat islam kembali.
Sejak mulai kontak dengan dunia Barat ada lima fase perkembangan Nasionalisme yang terjadi yaitu :
1.    Fase pertama, timbulnya reaksi Arab Islam terhadap ekspansi Eropa, pada fase ini cetusan keagamaan lebih menentukan dari pada sentimen kebangsaan.
2.    Fase kedua, timbulnya kecendrungan bagi terbentunya golongan Arab Islam, Hal ini lahir akibat ketidak mampuan Turki Usmani memprtahankan daerah-daerah Arab.
3.    Fase ketiga, timbulnya reaksi Arab terhadap gerakan Nasionalisme yang lahir di Turki.
4.    Fase keempat, merupakan persenyawaan nasionalisme Arab Islam dan Arab Kristen.
5.    Fase kelima, gerakan Nasionalisme Arab menjadi suatu gerakan rakyat dan menjadi suatu tenaga yang hidup dihati nurani rakyat.
Pada fase kelima, nampaknya nasionalisme Arab bukan lagi sebagai gagasan tetapi sudah menjadi gerakan yang bertujuan melepaskan diri dari segala bentuk penjajahan, penindasan dan kesewenangan. Nasionalisme Arab yang dibawah oleh Jamal Abdul Nashir mempunyai cakupan yang sangat luas yaitu seluruh bangsa Arab.
Dalam upaya mempopulerkan nasionalisme Arab dikalangan bangsa Arab, Jamal Abdul Nashir melakukan beberapa kegiatan diantara lain :
1.    Kampanye ke negara-negara Arab, dikirimnya utusan untuk menggalang hubungan biliteral dengan Mesir serta negara-negara Arab lainnya, misalnya Sudan, Suriah, Libanon, Arab Saudi, Yordania, Yaman, Iraq, dan Libya.
2.    Bersama dengan Suriah membangun Republik Persatuan Arab pada tahun 1958 dan Jamal Abdul Nashir terpilih sebagai persiden pertamanya. Konfederasi ini berlangsung hingga tahun 1961 karena suriah menarik diri kembali. Hal ini yang sama terjadi pada Yaman 8 Maret 1958 yang bergabung dengan Republik Persatuan Arab, akan tetapi pada tanggal 26 September 1962 Yaman menarik diri.
Jamal Abdul Nashir sudah berhasil menumbangkan pemerintahan Raja Farouq yang didominasi oleh Inggris dan ini menjadi bukti bahwa ada penolakan Jamal Abdul Nashir terhadap pengaruh dan penjajahan Eropa. Jamal Abdul Nashir telah berhasil merubah pemerintahan aristokrasi kepada bentuk Republik. Demikian pula Jamal Abdul Nashir berhasil menumbuhkan semangat bangsa Arab untuk bersatu mengusir penjajah.
Pada masa pemerintahannya, Jamal Abdul Nassir membangkitkan Nasionalisme Arab dan Pan Arabisme, menasionalisasi Terusan Suez yang mengakibatkan krisis Suez yang membuat Mesir berhadapan dengan Perancis, Inggris dan Israel yang memiliki kepentingan terhadap terusan itu. Krisis ini berakhir dengan keputusan dunia Internasional yang menguntungkan Mesir serta Terusan Suez resmi berada dalam kedaulatan Mesir.Kemudian Gamal mengadakan proyek infrastruktur besar-besaran diantaranya adalah proyek Bendungan Aswan dengan bantuan pemerintah Uni Soviet.Setelah kalah dalam Perang Enam Hari dengan Israel pada tahun 1967, Jamal Abdul Nassiringin menarik diri dari dunia politik tetapi rakyat Mesir menolaknya.Jamal Abdul Nassirsekali lagi memimpin Mesir dalam Peperangan 1969-1970 (War of Atrition). Jamal Abdul Nassirmeninggal akibat penyakit jantung dua minggu setelah peperangan usai pada 28 September 1970. Jamal Abdul Nassirdigantikan oleh Anwar Sadat.
Nasionalisme Arab hampir berhasil mendirikan imperium atau konfedarasi yang sangat besar yang mencakup negara-negara Arab. Keinginan Jamal Abdul Nashir untuk memimpin semua bangsa Arab mulai berantakan dan itu ditandai oleh kekalahannya pada perang Arab-Israel pada tahun 1967. Nasionalismenya tidak menghasilkan solidaritas dan persatuan Arab dan tidak mampu keanekaragaman kepentingan para pemimpin dan masyarakat Arab yang selalu bersaing[6].

BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Jamal Abdul Nassir (Arab:جمال عبد الناصر) lahir pada Tanggal 15 Januari 1918. Jamal Abdul Nassirdilahirkan di Banny Mor Asyout,  Iskandariah (Alexandria), Mesir. Jamal Abdul Nassir tinggal selama 8 tahun di Banny Mor Asyout. Beliau mempelajari tradisi Mesir Selatan yang ketat dan murah hati tersebut. Beliau pindah ke kota syout ke Alexandria kemudian ke Kairo. Jamal Abdul Nassirmerupakan orang asli berkebangsaan Mesir. Beliau berpindah-pindah tempat tinggal adalah  karena  pekerjaan  ayahnya  sebagai  ketua dalam pelayanan Pos.Ibunya meninggal pada 1926. Gamal menghabiskan  10 tahun di Kairosampai ia menerima ijazah SMA-nya  dari  sekolah  "Nahda"  pada tahun 1937.
Pada masa pemerintahannya, Jamal Abdul Nassir membangkitkan Nasionalisme Arab dan Pan Arabisme, menasionalisasi Terusan Suez yang mengakibatkan krisis Suez yang membuat Mesir berhadapan dengan Perancis, Inggris dan Israel yang memiliki kepentingan terhadap terusan itu. Krisis ini berakhir dengan keputusan dunia Internasional yang menguntungkan Mesir serta Terusan Suez resmi berada dalam kedaulatan Mesir.Kemudian Gamal mengadakan proyek infrastruktur besar-besaran diantaranya adalah proyek Bendungan Aswan dengan bantuan pemerintah Uni Soviet.Setelah kalah dalam Perang Enam Hari dengan Israel pada tahun 1967, Jamal Abdul Nassiringin menarik diri dari dunia politik tetapi rakyat Mesir menolaknya. Jamal Abdul Nassirsekali lagi memimpin Mesir dalam Peperangan 1969-1970 (War of Atrition). Jamal Abdul Nassirmeninggal akibat penyakit jantung dua minggu setelah peperangan usai pada 28 September 1970. Jamal Abdul Nassirdigantikan oleh Anwar Sadat.
B.  KRITIK dan SARAN
Disadari sepenuhnya bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, didalamnya terdapat banyak kesalahan, kekeliruan dan kekurangan oleh karena itu sangat diharapkan kritik dan saran dari teman-teman sekalian untuk membuat makalah ini kearah yang lebih baik dari sebelumnya. Adapun saran, semoga tulisan ini dapat dijadihkan pelajaran dan bermanfaat bagi pembacanya.
  
DAFTAR PUSTAKA





[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Gamal_Abdul_Nasir diakses pada Tanggal 14 Mei 2015 Pukul 21:01 WIB.

[2] http://www.famousmuslims.com/Gamal%20Abdul%20Nasser.htm diakses pada Tanggal 16 Mei 2015 Pukul 21:12 WIB.
[3] http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Arab-Israel_1948 diakses pada Tanggal 15 Mei 2015 Pukul 19:59 WIB
[4] http://id.wikipedia.org/wiki/Gamal_Abdul_Nasir diakses pada tanggal 16 Mei 2015 Pukul 20 : 00 WIB

[6] http://www_Jamal_Abd­_Nasier(NasionalismeArab), diakse pada tanggal 16 Mei 2015, Pukul 21 : 32 WIB.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;